Kaban BPKAD Ngamuk Disebut Bencong Oleh Pimpinan DPRD PesSel

PainanGaris Pantai News Kepala Badan Pendapatan Keuangan Aset Daerah (BPKAD), Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Suhandri ‘ngamuk’ disebut bencong oleh pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Hakimin, saat rapat bersama Tim Anggaran Pendapatan Daerah (TAPD), di DPRD setempat, Selasa (15/9).

Pernyataan (bencong) ini yang keluar dari mulut Hakimin kepada Suhandri memuncak saat Suhandri tidak bisa menjelaskan seluruh anggran Covid-19 yang tengah tidak berkejelasan.

Suhandri mengaku, dirinya tidak terima disebut bencong oleh wakil dewan dari fraksi Gerindra, Hakimin itu.

“Saya disebut bencong, saya tidak terima dan saya disebut jua menangis saat rapat, “ujarnya dengan wajah marah.

Rapat ini membahas tentang anggaran penanggulangan Covid-19 bernilai Rp47 miliar dari total refocusing anggran Rp99 miliar sesuai dengan Perpres nomor 45 tahun 2020 dan setelah penundaan DAU.

Dari 99 miliar tersebut yang sudah terpakai sekitar 44 miliar, dengan rincian penanggulangan bencana alam 1,3 miliar, untuk Covid-19 Rp35 miliar, untuk kebutuhan mendesak terdiri dari pilkada, penunjang DAK dan lain-lain sebesar Rp7,6 miliar.

Selanjutnya, penunjang DID sekitar Rp454 juta sehingga sisa dana refocusing yang belum diserap sekitar Rp54 miliar.

Alkisman Ketua Komisi II DPRD Pessel mengatakan, sejauh ini tidak ada transparansi dari Tim Gugus Penanggulangan Covid-19 kemana saja anggaran tersebut dipergunakan. Bahkan, pihaknya menilai bahwa tidak ada hal menonjol yang ditunjukkan dengan anggaran itu.

Selain itu, lokasi karantina serta isolasi Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang ditempatkan di Rusunawa Painan Selatan juga dinilai tidak lengkap dan tidaksesuai, ungkapnya.

“Kita tidak pernah tahu apa yang dilakukan oleh tim gugus Kabupaten Pessel, sekarang yang sibuk-sibuk beruforia, padahal masyatakat sudah menjerit, “ujarnya politisi PBB itu. GP1