30 Keluarga di Pessel Kehilangan Rumah Terkikis Abrasi Di Batang Kapas

Batang Kapas – GP News

Sekitar 30 keluarga di Muara Kecamatan Batang Kapas Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat (Sumbar) kehilangan tempat tinggal akibat abrasi pantai.

Selain perumahan penduduk, ombak juga mengikis sebuah bangunan milik Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag) dan satu gudang penyimpanan ikan.”Yang paling parah kemarin, Minggu pada 29 September 2019,” kata Kepala Kampung Bukik Tambun Tulang, Iswandi kepada garispantainews.com di Batang Kapas, Senin, 30 September 2019.

Menurut Iswandi, abrasi dipicu gelombang tinggi yang menghantam Pessel sejak Kamis, 26 Septermber 2019. Bahkan, sampai saat ini gelombang pasang belum mereda. Tinggi gelombang mencapai 5 meter. Akibatnya, kata Iswandi, sejak empat hari terakhir, ombak telah mengikis sedikitnya 700 meter bibir pantai.

Nofi, salah seorang warga yang rumahnya ambruk akibat gelombang pasang berharap pemerintah daerah dapat mengupayakan bantuan agar kehidupan penduduk Pessel yang terdampak abrasi normal kembali. Rumahnya yang hancur kini tidak bisa ditinggali lagi. Kini pria berusia 34 tahun itu bersama istri dan dua anaknya terpaksa mengungsi ke tempat kerabat terdekatnya.

“Saya ada saudara di sini. Kalau di tenda pengungsian tidak mungkin, karena ada anak dan istri saya. Dia (anak) juga mau sekolah,” ujarnya.

Usai kejadian itu, Wakil Bupati Rusma Yul Anwar langsung meninjau lokasi kejadian. Pada kesempatan itu, dia memberikan bantuan berupa bahan pokok secara pribadi.’

Anwar datang sekitar pukul 21.30 WIB. Setiba di lokasi, dia langsung berdialog dengan warga di pengungsian. Menurut dia, pemerintah daerah bakal mencarikan solusi terbaik.”Jadi, saya berharap agar masyarakat supaya bersabar dan tabah,” tuturnya.

Secara terpisah, Kepala Dinas Pengelolaan dan Sumber Daya Air (PSDA), Doni Gusrizal menyampaikan bakal melaporkan kejadian mengenai abrasi ke Balai Besar Sungai Wilayah V di Padang, Sumatera Barat.

Menurut dia penanganan abrasi bukan tanggung jawab kabupaten. Saat ini, laporan telah disiapkan untuk segera dikirim ke Balai Besar. Selanjutnya, meminta persetujuan dari Dirjen di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di DKI Jakarta.

Dia mengatakan, penanganan awal biasanya pemasangan geo bag atau penumpukkan karung berisi pasir di sepanjang bibir pantai yang terdampak abrasi.”Sedangkan untuk jangka panjang, bakal kami usulkan dalam anggaran tahun 2020,” ucapnya.

Kabupaten Pesisir Selatan merupakan daerah dengan garis pantai terpanjang di Sumatera Barat yang mencapai 234 kilometer dan sangat rawan terjadi abrasi. Selain di Kecamatan Batang Kapas, dalam rentang waktu enam bulan terakhir, abrasi telah menerjang sejumlah kecamatan lain seperti, Lengayang, Sutera dan Bayang.”Jadi, total yang terdampak sudah 2,7 kilometer. Ini tentu akan jadi perhatian serius kami nantinya,” kata dia. GP 1