Rawat Inap Puskesmas Sutera Belum Di Tanggung BPJS

GP – Sutera

Hingga kini fasilitas rawat inap di Puskesmas Kecamatan Sutera masih belum bekerjasama dengan BPJS Kesehatan.

“Ya, sampai kini masih belum bisa,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan, Satria Wibawa pada GP News beberapa waktu lalu di Painan.

Ia menyampaikan, pihak BPJS saat ini masih melakukan peninjauan Puskesmas tersebut. Sebab, masih ada sejumlah persyaratan yang harus dilengkapinya.

Persyaratan itu seperti ketersediaan dokter umum, dokter gigi. Jumlah perawat, jumlah tempat tidur dan berbagai fasilitas yang ada di Puskesmas itu.

Kendati demikian, dirinya optimis kerjasama fasilitas rawat inap Puskesmas Sutera dengan BPJS Kesehatan bisa terealisasi paling lama akhir September 2019.

“Kami sedang upayakan. Karena memang ada beberapa persyaratan yang harus dilengkapi,” terangnya.

Rawat inap di Puskesmas Sutera diresmikan Bupati Hendrajoni pada 20 Juli 2019. Fasilitas rawat inap itu kini telah dilengkapi Unit Gawat Darurat (UGD).

Dengan peresmian tersebut, total Puskesmas yang memiliki fasilitas rawat inap mencapai 12 unit, dari 21 total Puskesmas yang ada di daerah berjuluk ‘Negeri Sejuta Pesona’ itu.

Bupati menargetkan, pada 2021 seluruh Puskesmas di Pesisir Selatan telah memiliki fasilitas rawat inap. “Saya targetkan semua ada rawat inap,” tururnya.

Sebelumnya, Ketua Komisi IV DPRD Marwan Anas menyampaikan belum adanya kerjasama dengan BPJS merupakan bukti tidak seriusnya pemerintah daerah pada sektor kesehatan.

Menurutnya, peresmian fasilitas rawat inap di tiap Puskesmas sejatinya harus berbarengan dengan kerjasama dengan BPJS Kesehatan.

“Jika tidak, masyarakat yang akan rugi. Sebab, tidak semua pasien bisa membayar ongkos berobat seperti pasien umum,” tutupnya. GP1