Jembatan Gantung Penyebrangan Jenazah Di Nagari Kapelgam Akan Di Bangun

Bayang , GP News – Pemerintah Nagari Kapencong Lubuk Gambir (Kapelgam) Kecamatan Bayang Kabupaten Pesisir Selatan, membagun jembatan gantung sebagai akses penyebrangan masyarakat terutama sekali untuk jenazah yang akan dikuburkan menuju pusara di daerah itu.

Selain untuk menuju pusara namun jembatan ini nantinya juga akan dimamfaatkan sebagai akses jalan bagi masyarakat menuju lahan pertanian dan perkebunan dalam rangka mendukung perekonomianya

Walinagari Kapelgam Kecamatan Bayang Pessel, Dariasman mengungkapkan dalam pembangunan jembatan untuk menuju pusara tersebut, pihaknya bahwasanya ini adalah menjadi salah satu yang sangat diprioritaskan. Hal itu disebabkan, karena disaat ada jenazah yang akan dikuburkan membuat sejumlah warga sangat berhati – hati bila akan melintasi sungai batang bayang tersebut.

Dariasman menceritakan, dahulunya sempat terjadi dua kali. Pada saat jenazah yang dibawa warga yang akan dikuburkan sempat hanyut terbawa oleh arus sungai Batang Bayang tersebut membuat warga menjerit dan menangis . Namun, untunglah jenazah tersebut didapatkan kembali masyarakat pada saat itu juga.

Parahnya lagi, ketika jenazah yang akan dikuburkan itu bila sungai batang bayang tersebut besar, sehingga membuat menambah kecemasan warga setempat apa lagi ditambah digiringi hujan yang cukup deras.

“Jembatan ini sangat dibutuhkan sekali oleh warga. Karena masyarakat mencemaskan jenazah yang akan dikuburkan disaat sungai batang bayang itu besar. Apa lagi di sertai hujan yang cukup deras,”ungkapnya kepada Garis Pantai News , Jumat (19/10/18).

Dia menjelaskan, untuk pembangunan jembatan tersebut pemerintah nagari setempat menganggarkan melalui Dada Desa (Desa) dengan total anggaran sebesar Rp1,3 miliar. Dengan panjang lebih kurang 140 meter, dan lebar 2,5 meter.

Dikatakanya, masyarakat di daerah itu terdiri dari 873 Kepala Keluarga (KK), dimana pada umumnya adalah petani. Jembatan yang dibuat itu, selain berguna bagi masyarakat untuk ke lokasi pusara, namun juga di mamfaatkan dalam menuju lahan pertanian dan perkebunan seperti, kopi, karet, gambir dan pinang. Guna mendongkrak perekonomian masyarakat setempat.

“Di tahun 2018 ini, kami baru mengerjakan tungku jembatan (sebelah) senilai Rp 300 juta. Dan untuk kelanjutanya tahun 2019,”kata dia.

Lebih jauh, dia menjelaskan, bahwa jembatan yang dibangun tersebut sangat bermamfaat sekali. Dan tidak hanya bagi masyarakat setempat tapi juga nanti bisa menghubungkan dua nagari dengan menembuskan jalan yaitu ke Nagarian Aur Begalung Talaok.

Busrial (42), salah seorang warga setempat berharap kepada pemerintah daerah supaya pembangunan jembatan itu agar dapat secepatnya diselesaikan. Hal itu di sebabkan, karena jembatan ini sangat dibutuhkan warga tertutama pada saat mengantarkan jenazah yang akan dikuburkan untuk menuju pusara tersebut.

“Kami sangat membutuhkan sekali jembatan ini. Sebab untuk menuju pusara itu satu – satunya akses jalan yang harus kami tempuh yaitu dengan cara menyebrangi sungai terlebih dahulu agar bisa sampai ke pusara itu. Yang sangat kami cemaskan adalah bila sungai itu besar. Mau – mau tak mau ini harus kami tempuh,”harapnya.

GPB