Jalan Berlubang , Warga Pampang Tulisan ” Selamat Datang di Wisata Danau Dadakan”.

GP News, Pancung Soal – Sejumblah warga di Nagari Simpang Lama Kecamayan Pancung Soal, Kabupaten Pesisir Selatan, serta pengendara roda dua serta roda empat merasa risih dan kecewa dengan kondisi jalan di kampungnya yang seperti kubangan. ” Selamat Datang di Wisata Danau Dadakan”.

Keberadaan jalan Provinsi yang berada di Nagari tersebut adalah akses utama masyarakat untuk melakukan aktiftas sehari – hari, seperti bersekolah, berkebun dan bertani. Dan juga menuju lokasi sekolah. Setiap hari, warga melintasi ruas jalan ini untuk mengangkut hasil perkebunan, seperti sawit, jagung. Untuk dijual dibawah ke pasar Kudo – Kudo Kecamatan Pancung Soal.

Berdasarkan pantuan Garis Pantai News dilokasi jalan Nagari Simpang Lama Kecamayan Pancung Soal, akibat keluhan sejumblah warga akibat jalan
Memasang papan yang bertuliskan ” Selamat Datang di Wisata Danau Dadakan”. Genangan air akibat hujan yang mengguyur beberapa hari ini disejumblah wilayah dikabupaten Pesisir Selatan.

Adil warga inderapura mengeluhkan kondisi jalan ditempat tinggalnya yang seperti danau, selain genangan air, lubang jalan yang cukup parah. ” cukup rawan, setiap pagi anak – anak sekolah lewat sini”.

” kita, berharap ada perhatian serius dari istansi terkait. Apalagi truk – truk pengangkut sawit dan CPO juga melewati jalan ini,” kata Adil

Hal yang sama dikeluhkan Ariel salah seorang pengendara roda dua, setiap hari dirinya melewati ruas jalan di simpang lama untuk mengantar anak pergi sekolah. Kalau jalan ini tidak segera diperbaiki maka tidak tertutup kemungkinan akan menimbulkan korban.

” kalau jalan siang gak masalah, tapi kalau malam yang berbahaya,” kata nya.

Camat Pancung Soal St.Heriyardi ketika dihubungi membenarkan kondisi jalan di Nagari Simpang Lama Kecamatan Pancung Soal yang cukup parah. Jalan di Nagari tersebut sudah beralih status dari jalan Kabupaten menjadi Provinsi.

” kita sudah lama sampaikan masalah ini, namun hingga sampai saat ini belum ada realisasinya” kata Heriyarsi. Ketika dihubungi Garis Pantai News , Kamis (18/10).

GPM