Setujukah Kamu Jika Harga Rokok Naik Jadi Rp 70 Ribu?

GP News – Jakarta – Hasil survei Komnas Pengendalian Tembakau dan Pusat Kajian Jaminan Sosial Universitas Indonesia (PKIS-UI) menyebutkan seharusnya harga rokok naik ke kisaran Rp 60 ribu hingga Rp 70 ribu per bungkus untuk membuat orang berhenti merokok. Apa tanggapan orang-orang mengenai hal ini?

“Setuju sih karena kan demi kesehatan, kebetulan saya sudah berhenti merokok,” kata Saprudin (36) saat ditemui di sela acara ‘Festival Telur VS Rokok’, Minggu (29/7/2018), di kawasan Jakarta Selat. Ia mengisahkan memutuskan berhenti merokok sejak kelahiran sang buah hati.

“Karena saya pikir lebih bermanfaat, daripada beli rokok,” ujarnya tegas.

Sukarni, ibu rumah tangga (55) juga menuturkan setuju dengan usulan tersebut. Ia bukan perokok, namun selalu terganggu dengan asap rokok yang ada di sekitarnya.

“Setuju, kalo dinaikin maksudnya peminat biar berkurang. Kalau harga lebih tinggi kan peminat lama-lama berkurang,” tuturnya.

Lain halnya dengan Joni O M O Talan (57) atau yang akrab dengan disapa Pak Haji Boy. Menurutnya penyelesaian rokok kurang tepat jika mengandalkan hanya dari menaikkan harga rokok.

“Untuk memberhentikan orang merokok itu bukan dari harga tapi dari niat. Kalau merokok saya juga dulu perokok, makanya saya berani bilang itu niat. Kita ngopi, temen ngerokok. Kalau harga rokok dinaikin pasti enggak ada masalah,” pendapatnya.

Kalau menurutmu bagaimana? Tuliskan tanggapanmu mengenai usulan tersebut di kolom komentar.

Sumber : detik.com