Pesisir Selatan Darurat Narkoba

GP News – Painan

Kepolisian Resor Pesisir Selatan mensinyalir praktek peredaran narkoba di daerah itu tiap tahun makin kuat. Hal itu diungkapkan oleh Kasat Reserse Narkoba Polres Pessel, AKP Indra Sonedi.

Menurut dia, dari bulan Januari hingga Juni, pihaknya telah menangani sebanyak 25 kasus. Angka tersebut terbilang meningkat jika dibandingkan dengan angka tahun 2017 secara keseluruhan.

“Tahun 2017 yang berhasil kita tangani sebanyak 34 kasus dengan 42 orang tersangka. Untuk periode sekarang, kami sudah menangkap 29 tersangka, diperkirakan hingga akhir tahun terus meningkat,” katanya.

Dengan peningkatan tersebut, ia berkesimpulan bahwa praktek perederan barang haram tersebut di Pesisir Selatan makin mengkhawatirkan. Apalagi daerah itu merupakan kawasan perlintasan antara Provinsi Sumatera Barat dengan Bengkulu.

“Jaringannya semakin kuat, jadi langkah-langkah kita pun terus ditingkatkan,” sebut Indra. Dengan potensi demikian, ia menyebut pihak kepolisian akan mengupayakan penangkapan pelaku pengedar hingga bandar yang lebih intens.

Kendati demikian, Indra mengaku pihaknya kesulitan mengungkap praktek peredaran narkoba melalui jalur laut. “Seperti jalur laut, ini sangat sulit untuk dideteksi, apalagi mata rantai jaringan terputus,” ujar dia.

Di sisi lain, praktek penangkapan pelaku pengedar dan bandar narkoba di Pesisir Selatan, kata dia, juga mulai menemukan tantangan karena sebagian pelaku ada yang menggunakan senjata api.

“Namun mereka sudah kami amankan,” tukasnya kemudian.

 

GPK