Ribuan Tenaga Honorer DI Pessel Tak Dapat THR

GP News – Painan

Ribuan orang tenaga kontrak dan honorer yang bekerja di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) dipastikan hanya bisa gigit jari saat menyaksikan Aparatur Sipil Negara (ASN) mendapatkan Tunjangan Hari Raya (THR).

Beban kerja yang harus dipikul oleh para tenaga kerja honorer ini lebih berat ketimbang dengan para ASN. Namun sayang, nasib yang diterimanya jauh berbeda dengan para abdi negara tersebut.

Hingga kini belum ada kepastian terkait Tunjangan Hari Raya (THR) bagi tenaga kontrak dan honorer lepas di negeri berjulukan sejuta pesona ini.

Sekretaris Daerah (Sekda) Erizon, mengungkapkan, sampai saat ini belum ada dasar hukum terkait THR untuk pegawai kontrak dan honorer lepas.

Namun, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) meminta daerah untuk membayarkan. Demikian, tetap ada dasar hukumnya dari Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB).

“Karena kita hanya mengacu pada aturan dari Kemenpan-RB. Tapi acuannya belum ada. Kalau pihak Kemenkeu nyuruh bayar, itu kan sah-sah saja,” ungkap Sekda di Painan, Kamis (31/5/2018).

Sesuai Surat Edaran Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), THR untuk Aparatur Sipil Negara (ASN), harus sudah dibayarkan pada tanggal 1 Juni 2018.

Sebab, pemerintah pusat telah mengalokasikan dananya dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2018 ini.

Sementara untuk ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, lanjut Sekda, bakal dibayarkan pada tanggal 4 Juni 2018.

Sedangkan untuk tenaga kontrak dan honor harian lepas, menjadi tanggung jawab daerah.” Nah, persoalannya ada di situ. Bahkan, Menpan-RB juga masih melarang” terang Sekda.

“Kami pun belum bisa memberikan THR, sebab, nanti dibayarkan menumbulkan polemik tak sedap nanti, yang jelas kami tetap menggunakan aturan Kemenpan-RB,” tutupnya.

GPA